Habits, Lakukan Semua Hal Secara Otomatis


Saya rasa semua orang pernah merasakan energi yang luar biasa setelah membaca buku. Biasanya, seseorang akan merasa  sangat tergerak setelah membaca buku motivasi atau bacaan apapun yang mengandung inspirasi yang dahsyat luar biasa.

Betul apa betul?

Kalau iya, itu lumrah. Itu sudah sewajarnya karena hati dan fikiran kita merasa terpancing atau trigerred akan sesuatu. Seolah-olah selama ini kita kurang action saja.

Namun, apakah setelah membaca buku motivasi hidup kita berubah? Kemampuan kita berubah? 

Gak selalu!

Misal kita telah menonton video atau membaca berita tentang kegalauan Maudy Ayunda tentang pilihan kuliahnya, di Harvard atau Standford. Setelah itu, kita benar-benar merasa bersalah. Gimana sih diri ini, belajar kok malas-malasan. Noh, Maudy Ayunda kasta kegalauannya beda banget sama kita! Mungkin kegalauan kita perihal makan bubur harus diaduk atau enggak. Haduuh!

Setelah itu kita sangat rajin belajar. Gak tahu gimana caranya, semester depan nilai kita harus terbaik di sekolahan. Dan kalau UN nanti, nilai kita harus paling sempurna se-Indonesia. Keren impiannya!

Tapi, sebelum semua itu terjadi, rasa malas pun muncul. Giat belajar hanya di awal-awal saja, setelah melihat Maudy Ayunda yang pinternya gak ketulungan. Setelah gak ada sesuatu yang memotivasi, kebiasaan rajin belajar pun berhenti.

Kenapa seperti itu? Kenapa sih ada yang rajin belajar dan ada yang malas? Kenapa ada orang sukses dan ada yang gagal? Apa yang paling memengaruhi mereka?

Jawaban yang mungkin paling tepat adalah habits, atau kebiasaan. Mereka yang sukses mempunyai kebiasaan orang-orang sukses. Mereka yang cerdas luar biasa mempunyai kebiasaan belajar yang ugal-ugalan, gak kenal waktu.

Ya, habits atau kebiasaan memengaruhi segalanya.

Letak perbedaan orang sukses dan orang gagal adalah dalam kebiasaannya.

Orang sukses akan konsisten melakukan habits yang mendukung kesuksesannya. Sedangkan yang gagal, biasanya hanya semangat di awal-awal saja.

Perlu diketahui, habits itu harus dipaksa. Memang berat di awal, tapi kalau sudah terbiasa, semuanya akan berjalan otomatis.

Kalian tahu pesepakbola sekelas Lionel Messi? 

Dia sudah memiliki habits bermain sepakbola. Ketika ada bola menyentuh kakinya, secara otomatis otak dan kakinya menggocek-gocek dengan sangat lihai. Namun yang kita lihat adalah hasilnya saja. Faktanya, sebelum Lionel Messi selincah itu, dia sudah melewati ribuan jam untuk berlatih sehingga memiliki habits bermain sepakbola. Ya, ini kekuatan pengulangan yang membentuk sebuah kebiasaan.

Jadi, kalau kamu ingin sukses dengan melakukan sesuatu secara sempurna, yang harus kamu lakukan adalah pengulangan. Dan akhirnya timbul kebiasaan. 

Kuncinya, jangan malas-malasan. Jangan meninggalkan kebiasaan baikmu walaupun sekali. Karena apa? Karena kalau sudah begitu, memori ingatan kita tentang habits akan melemah dan sulit untuk mengulang lagi. Jadi konsistenlah! Kalau bisa ya harus presisten, ngotot!

Tulisan ini juga hasil dari habits. Jika saya tak hobi membaca buku pengembangan diri, tulisan ini tidak akan ada.

Salam Perubahan,
David Aji Pangestu
Habits, Lakukan Semua Hal Secara Otomatis Habits, Lakukan Semua Hal Secara Otomatis Reviewed by David Aji Pangestu on 3/24/2020 07:35:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.