Hadirmu yang Selalu Sama


Entah berapa kali aku terluka karenamu. Sebentar, akan ku hitung. Dan ternyata, memang tak pernah bisa dihitung. Jari-jariku terlalu sedikit untuk menghitung rasa sakit yang terlalu banyak.

Suatu hari aku pernah mengutuk namamu karena ribuan sayatan luka. Dan aku mendongakkan kepala ke langit.

"Kau memang bukan jodohku!"

Tetapi, apakah benar demikian? Jangan-jangan, Tuhan memberiku kesempatan untuk terus berjuang. Paling tidak, untuk menunjukkan rasa sabar.

Satu hal yang selalu kusadari, hadirmu selalu sama. Menunjukkan senyum manis yang olehnya bisa mengundang tawa. Tapi tak jarang, setelah itu menimbulkan luka.

Aku pernah berhenti untuk berurusan denganmu. Memutus akses sosial media yang mungkin akan menampilkan paras indahmu. Semua sudah kulakukan. Tapi ternyata, semesta menunjukkan cara lain.

Di dunia nyata, kamu hadir. Membawa secercah harapan, lagi-lagi. Semesta tak pernah bosan untuk mempertemukan kita.

Ada apa? Kataku waktu itu. Sebenarnya tidak perlu kutanyakan, hadirmu memang selalu sama. Menceritakan hiruk pikuk duniamu yang selalu sama, dan kepanikan yang selalu kau khawatirkan.

Tetap tenang, kataku. Padahal diriku tak pernah tenang ketika berhadapan denganmu. 

Karena memang, selepas kau pergi, hatiku selalu terbawa olehmu. Lagi dan lagi.

Datangmu selalu sama, membawa harapan yang tak pernah aku tahu ujungnya. Suka atau duka? Mari kita lihat saja cerita selanjutnya.

Akankan hatiku kau kembalikan dengan sebuah balasan, atau lagi-lagi sekadar penolakan? Entahlah, aku pasrah dengan skenario Tuhan. Karena memang itu yang bisa aku lakukan.
Hadirmu yang Selalu Sama Hadirmu yang Selalu Sama Reviewed by David Aji Pangestu on 3/24/2020 03:13:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.