Jualan Laris itu Efek dari Kebiasaan


Kebiasaan itu adalah hal yang kita ulang. Jika kebiasaannya baik, hasilnya akan ikut baik. Begitu pun sebaliknya, kebiasaan buruk membawa kebiasan buruk pula.

Dikisahkan bahwa ada pemuda yang bernama Wahyu membuka suatu bisnis di tahun 2018. Wahyu mempunyai bisnis kuliner. Tapi sayangnya, perkembangan bisnisnya tidak pernah naik secara signifikan. Bahkan, terkadang juma mengalami keboncosan atau kerugian.

Di lain sisi, pada awal 2019, Dika membangun bisnis yang serupa dengan milik Wahyu. Hingga pertengahan tahun, bisnisnya melesat. Dika sudah berhasil menambah karyawan dan membuka cabang di beberapa tempat. Bisnisnya semakin berhasil dari hari ke hari.

Sedangkan Wahyu, bisnisnya stagnan. Jangankan membuka cabang, pembeli saja masih tak menentu setiap harinya.

Pertanyaannya, mengapa bisa seperti ini? Padahal, Wahyu lebih dulu membuka bisnis daripada Dika? Tapi mengapa bisnis Dika yang lebih bertumbuh?

Apa sih yang membedakan hasil keduanya?

Saya tidak akan menjawabnya sekarang. Tapi saya akan menganalogikannya dengan permasalahan lain.

Nah, kasus seperti ini juga sering terjadi pada bisnis online. Contoh saja reseller. Ada banyak reseller yang omsetnya naik turun. Sehari kaya, sehari miskin lagi.

Dari beberapa faktor yang ada, ada satu hal yang fundamental mengapa bisnis bisa naik turun. Apa itu? Yaitu faktor kebiasaan. 

Seperti halnya kehidupan, bisnis yang baik juga terbentuk dari kebiasaan. Jika yang dibahas adalah dalam lingkup reseller, maka reseller inilah yang harus mempunyai kebiasaan yang baik. Daily activity of reseller.

Apa saja kebiasaan baik yang harus dilakukan reseller?

Yang pertama yaitu menambah calon pembeli.

Ini salah satunya. Bisa saja produk kita penjualannya gitu-gitu aja karena calon pembeli itu-itu saja. Setiap hari ngiklan pada orang yang sama. Jadi tidak diragukan, kalau tingkat penjualan juga rendah.

Analoginya, peluang suatu produk akan banyak closing jika ditawarkan ke lebih banyak orang. Bisa dipahami? Semoga.

Kebiasaan yang kedua adalah tingkatkan interaksi dengan calon pembeli yang sudah ada.

Tidak bisa dipungkiri, suatu produk akan laku tidak hanya karena produknya bermanfaat atau promosinya ciamik, namun faktor kepercayaan juga turut memengaruhi.

Pernah kan, kalian beli produk karena yang jualan temen sendiri? Hayo ngaku, itulah faktor kerpacyaaan 😁

Jualan online pun juga gitu. Kita harus bangun kepercayaan. Gimana caranya? Bangun interaksi.

Kalau di media sosial, bisa dengan membagikan hal-hal yang bermanfaat dan tingkatkan interaksi ke akun calon pembeli. Dan kalau interaksi di media seperti WhatsApp, bisa dengan sesekali menyapa atau dengan modus membalas statusnya. Jangan sampai kita gak kenal dengan calon pembeli. Tingkatkan interaksi, biar mereka lebih akrab dengan kita.

Dan yang terakhir adalah kebiasaan yanh harus benar-benar tertanam pada semua pebisnis, bahkan semua orang. Apa itu? Ya, TERUS BELAJAR.

Bisa jadi bisnis kita tidak berkembang karena tak mempunyai ilmu yang cukup. Bisa jadi kita tidak bisa menangkap peluang karena minimnya ilmu. Nah, dari sinilah fungsi belajar itu berguna.

Ingat, waktu terus berputar dan umur kita untuk hidup juga terbatas. Jadi, kita tidak punya waktu untuk mencoba sesuatu dengan cara jatuh dan bangun lagi. Belajar lah dari pengalaman orang lain. Belajar langsung atau lewat buku, sama baiknya.

Masalahnya juga banyak orang teralalu asyik mikirin bisnis jadi lupa belajarnya. Ini kesalahan fatal. Dari hari ke hari, harus ada ilmu baru yang terserap oleh tubuh kita.

Nah, jika ketiga kebiasaan ini dilakukan, Insya Allah bisnis kita akan terus berkembang. Perbanyak calon pembeli, tingkatkan interaksi, dan terus belajar.

Selama belajar dan bertumbuh.

Salam,

David Aji Pangestu
Jualan Laris itu Efek dari Kebiasaan Jualan Laris itu Efek dari Kebiasaan Reviewed by David Aji Pangestu on 3/23/2020 10:01:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.