Shawshank Redemption: Ketika Tahanan Lebih 'Nyaman' Tinggal di Penjara


“These walls are funny. First you hate ’em. Then you get used to ’em. Enough time passes, you get so you depend on them. That’s institutionalized.” — Red

Shawsank Redemption—sebuah film lawas yang diadaptasi dari karya Stephen King yang berjudul Rita Hayworth and Shawshank Redemption. Film yang berlatar tahun 1940 hingga 1960-an ini menceritakan seorang bankir terkenal bernama Andy Dufresne yang dijebloskan ke dalam penjara kelas satu di Shawsank State atas dakwaan pembunuhan terhadap istri beserta selingkuhannya.

Setelah Dufresne melalui satu bulannya dengan membisu atas nasib buruk yang menimpanya di penjara, akhirnya dia mencoba membangun percakapan dengan Red—seseorang yang akhirnya menjadi teman baiknya di penjara selama nyaris 20 tahun. Melalui Red, Dufrense mendapatkan berbagai barang yang unik yang ia butuhkan. Mulai dari palu kecil berukuran 7 inci, hingga poster Rita Hayworth yang ia pajang di kamar tahanannya.

Detail yang tak boleh dilewatkan ketika membahas film ini adalah ketika Andy Dufrense menasehati Byron Hadley si Kapten Penjaga Penjara terkait keuangannya yang berujung pada ‘lonjakan karir’ yang diterima oleh Dufrense. Mulai dari mendampingi Brooks si pustakawan, membantu staf penjara dalam menyiapkan asuransi masa tua, hingga menjadi orang ‘kepercayaan’ Norton si Kepala Penjara dalam pencucian uang yang dilakukannya.

Relevansi film ini dengan ilmu yang dipelajari di PSdK tergambar dengan jelas melalui pengalaman tokoh-tokoh yang ada. Misalnya, Brooks si pustakawan yang telah menjalani hidup selama 50 tahun di penjara merasa sangat berat ketika dibebaskan secara bersyarat. Hal ini dikarenakan Brooks sudah menghabiskan hampir seumur hidupnya di penjara sehingga pranata sosial yang ada di tempat itu sudah terlanjur melekat kuat atau ter-internalisasi dalam dirinya. Ketika dihadapkan dengan perangkat sosial yang ada di luar penjara, ia merasa gelisah dan merasa kesulitan untuk beradaptasi. Hal serupa juga terjadi pada Red—teman baik Dufrense—yang akhirnya keluar dari penjara menjelang akhir cerita. 

Selain hal di atas, alur film ini khususnya yang dialami Andy Dufrense juga dapat dijelaskan melalui pendekatan institusi sosial. Dufrense memodifikasi fungsi-fungsi yang ada di dalam penjara dengan mengadakan beberapa program yang menguntungkan para narapidana, menjadikan penjara terkejam di England ini menjadi lebih manusiawi. Proyek pembangunan sosial oleh Andy Dufrense di Shawsank State beserta twice ending yang memukau dapat kamu tonton di Shawsank Redemption ini.

Shawshank Redemption: Ketika Tahanan Lebih 'Nyaman' Tinggal di Penjara Shawshank Redemption: Ketika Tahanan Lebih 'Nyaman' Tinggal di Penjara Reviewed by David Aji Pangestu on 2/15/2022 04:46:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.