"Aku Ingin Kamu Beruntung"
![]() |
| Bayangan Diri (Dokumentasi Pribadi) |
Dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya seperti kembali pada David yang lama: David yang mempunyai ambisi dan target yang lebih jelas. Saya mengingat masa itu sebagai masa cemerlang. Bisa menghasilkan uang sendiri, percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki, tidak terlalu cemas dengan masa depan, dan mempunyai hubungan spiritual yang stabil.
Hari ini, saya semakin merasa, mungkin ini saatnya kembali ke golden era. Masa-masa produktif. Masa-masa belajar. Masa-masa penuh semangat dan ide. Fase saat hal-hal yang ada di kepala, bisa tereksekusi secara nyata. Namun, saya tiba-tiba kepikiran, mengapa fase ini bisa kembali?
Padahal, saya sempat mengalami fase hilang arah. Bingung. Padahal, kata banyak orang, saya beruntung.
Kondisi yang Berubah
Ketika tulisan ini dibuat, saya sudah lebih dari satu tahun menjadi bagian dari pemerintahan dan tinggal di Malang. Jujur, banyak perubahan terjadi. Dan di dalamnya, saya juga butuh penyesuaian. Ya, seperti kebanyakan orang pada umumnya.
Meski begitu, perubahan baik tidak kunjung tiba. David yang produktif dan penuh ide, tidak kunjung kembali. Padahal, sebelum pindah ke Malang, saya sudah berhasil menerbitkan satu buku. Namun, hal tersebut tidak membuat saya bertransformasi menuju golden era yang diinginkan.
Ternyata, perubahan tempat tinggal bukan satu-satunya pemicu suatu perubahan. Kondisi sosial tertentu ternyata lebih berpengaruh terhadap rutinitas harian. Puncaknya Februari lalu, malam-malam yang biasanya dilalui berdua, meski berjauhan, tidak lagi ada. Hal tersebut yang membuat saya merancang ulang aktivitas harian.
Dari situ, beberapa kebiasaan baru bermunculan. Mulai dari mencoba beberapa alat di gym kantor, lari di sekitaran indekos sampai bisa menempuh jarak 10 km tanpa berhenti, hingga belajar beberapa hal ketika malam hari tiba. Perubahan baik tersebut bisa datang karena kondisi yang berubah, membutuhkan penyusunan ulang.
Apapun penyebabnya, saya senang bisa mencapai titik ini. Semoga hal-hal baik bisa terus berulang.
Keinginan Menjadi Teladan
"Kalau kamu punya anak perempuan dan dia didekati orang sepertimu, apakah kamu akan merestuinya? Jika tidak, itu pertanda bahwa kamu perlu menjadi pribadi yang lebih baik."
Nasihat tersebut masih tertanam dalam hati dan pikiran saya sampai sekarang. Meski, perubahan baik juga tidak langsung terproses. Namun, ketika saya mulai goyah, tergoda melakukan hal yang kurang baik, saya mengingat kutipan tersebut.
Saya berusaha untuk berproses menjadi lebih baik karena ingin menjadi contoh baik untuk keluarga dan orang terdekat. Terlebih, jika dikaruniai seorang anak nanti, dia akan mempunyai sosok Ayah yang bisa dijadikan teladan dalam memilih pasangan. Dalam banyak aspek.
Selain itu, sebelum jauh-jauh bicara tentang anak, wanita yang berjodoh dengan saya nanti, akan menemukan David dengan versi terbaiknya. Masih ada kurangnya, tetapi lebih banyak hal-hal baiknya. Saat itu tiba, saya ingin dia merasa beruntung telah menemukan separuh jiwanya dengan kondisi sebaik-baiknya. Teruntuk kamu di manapun berada, aku ingin kamu beruntung.

Posting Komentar