Tentang Kayu Bakar yang Kau Temukan di Tengah Hutan

Table of Contents

Ada yang bilang, kita memang harus terlebih dahulu tahu apa yang benar-benar dibutuhkan. Perihal jurusan kuliah, pekerjaan, dan percintaan. Jika tidak, kita akan dibingungkan dengan berbagai pilihan. Meski, banyak pilihan tersebut yang mungkin juga enggan memilih kita.

Perihal terakhir, ada banyak yang menjadi korban. Individu yang sering tidak utuh karena kebingungan dari orang lain. Cowok bingung. Cewek bingung. Begitulah kata mereka. Orang-orang yang tidak tahu hal-hal yang memang dibutuhkan.

Pencarian di Tengah Hutan

Ada yang bilang, jodoh itu diperjuangkan. Jodoh tidak akan ke mana-mana. Jodoh pasti bertemu. Namun, apakah jodoh akan datang pada orang yang tidak tahu hidupnya akan mengarah ke mana? Dan, untuk apa?

Ayah mengutus kita pergi ke hutan. Katanya, kita harus mencari sebuah batang kayu untuk diukir. Soalnya, kita memang ahli dalam hal itu. Mencari nafkah dari situ.

Kita terus mencari di hutan yang tidak memperbolehkan putar balik. Cari satu batang kayu yang memang cocok untuk diukir. Sayangnya, selayaknya hutan, terlalu banyak pilihan.

“Akan ada kayu yang lebih bagus” terus memotivasi kita terus melangkah. Padahal, sebenarnya, dalam sepanjang perjalanan, kita sudah menemukan spesifikasi sesuai: cocok untuk diukir.

Akan tetapi, pikiran terus memberontak.

“Cari kayu yang lebih mulus permukaannya.”

“Kayu ini terlalu besar.”

“Sepertinya ini keras deh, meski ukurannya pas.”

Dan pada akhirnya, kita kehilangan kesempatan memilih kayu terbaik untuk diukir. Di akhir perjalanan, kita membawa sebatang kayu yang lebih cocok untuk dibakar.

Si Tukang Ukir yang Kehilangan Segalanya

Pikirmu, tidak apa. Barangkali, kayu bakar pun akan bisa bermanfaat. Namun, untuk apa? Seorang yang banyak pesanan ukiran, tidak benar-benar membutuhkan kayu bakar.

Akan tetapi, kita tetap bersikeras. Suatu saat, barangkali kayu bakar akan tetap bermanfaat. Bukankah semua hal di dunia ini, akan menemukan kegunaannya?

Sayangnya, semakin lama menyimpan kayu bakar yang tidak dibutuhkan, kita juga semakin sadar: memiliki hal yang tidak benar-benar kita butuhkan, tidak ada gunanya. Kayu bakar, barangkali memang lebih cocok untuk pengrajin genteng. Atau mungkin, saudara kita yang sedang hajatan.

Kayu bakar yang tidak kita butuhkan, jika terlalu lama disimpan padahal tidak dibutuhkan, barangkali hanya memenuhi ruangan dan… kita tidak akan tahu kalau suatu saat juga akan terbakar. Bukankah hidup memang penuh hal mengejutkan?

Posting Komentar